Sabtu, 26 Desember 2009

Joko Anwar Bugil di MiniMarket



Joko Anwar
. Sutradara kenamaan tersebut terpaksa telanjang bulat di minimarket karena janji di twitter dan ini bukan adegan film! WaW..

Selasa (23/9/2009) sekitar pukul 14.00 WIB Joko Anwar memposting tweet di account twitternya. “If I got my 3000th follower today, I’ll go into a Circle K naked,” demikian janji Joko yang pernah menyutradarai film ‘Janji Joni’ itu.

Tak lama setelah itu pengguna account Twitter langsung menyebarkan pesan tersebut. Satu jam setelah janji tersebut dibuat, pengikut Joko di twitter telah menembus angka 3 ribu. Sampai malam ini ia melakukan aksinya, pengikut pria kelahiran 3 Januari 1976 tersebut hampir mencapai 13 ribu.

Mau tak mau Joko harus melakukan ’sumpah’nya itu. Saking populernya ’sumpah twitter’ tersebut bahkan kata ‘Circle K’ sempat menjadi trending topics nomor satu di Twitter.

Joko pun menyerah ‘diserang’ ribuan orang. Di akun Twitternya ia berkata akan menepati janjinya pada malam hari.

Rabu dini hari, Joko dan beberapa temannya yang juga berkecimpung di dunia perfilman menuju lokasi ‘Circle K’ yang mereka pilih. Setelah beberapa kali pindah lokasi, akhirnya mereka menemukan ‘Circle K’ di kawasan Bintaro untuk menjalankan aksinya.

Setelah hampir dua jam bersiap-siap di lokasi pilihan akhirnya penulis ‘Quickie Express’ tersebut menjalankan aksinya. Ia masuk ke minimarket 24 jam tersebut tanpa sehelai benang pun.

“PICS WILL BE UP SOON!! We are baik2 saja haha!! Thank u for all ur supports tweeps! HAIL TO @jokoanwar! FULLY NAKED @CircleK !! HE did it!,” demikian tulis Nitta Noer teman Joko yang menjadi saksi dalam akun Twitternya sekitar pukul 00.10.

Sekitar pukul 00.30 WIB untuk membuktikan janjinya, Joko pun memposting foto aksinya di twitter “A promise is a promise, Mr. Politicians!,” tulis Joko dengan disertai foto bugilnya

Well, hati-hati membuat janji, jangan sampai janji anda akan menjadi seperti ‘Janji Joko’.

Saykoji - Joko Anwar


Manusia Tertinggi di Indonesia


Musium Rekor Indonesia (Muri) mencatatkan Suparmono,24, pria asal Tulang Bawang, Lampung, sebagai manusia tertinggi se-Indonesia dengan tinggi badan mencapai 242 centimeter (2,42 meter).

"Pencatatan ini menumbangkan rekor manusia tertinggi se-Indonesia sebelumnya yang tercatat 220 centimeter," kata pemilik MURI Jaya Suprana dalam acara pemberian Piagam Penghargaan MURI atas Rekor Insan Tertinggi di Indonesia di Jakarta, Rabu (2/12).

Meski tertinggi di Indonesia, untuk ukuran dunia tinggi tubuh Suparmono belum mampu mengalahkan Sultan Kosen, pemegang rekor pemilik tubuh tertinggi di dunia asal Turki, yang bertinggi tubuh 247 centimeter. Saat ini, Suparmono diperkirakan menempati urutan tiga dunia di belakang Kosen dan Zhao Liang asal China yang memiliki tinggi tubuh 246 centimeter. Ia menggeser posisi Ri Myung Hun asal Korea Utara yang sebelumnya duduk di urutan tiga dunia dengan tinggi 235 centimeter.

Jaya menjelaskan, Suparmono tadinya sempat digadang-gadang bakal menjadi manusia tertinggi di dunia. Tim dokter RS Siloam dan sebuah rumah sakit di Lampung sempat mengukur dan mencatat tinggi Suparmono menembus angka 270 centimeter, jauh diatas tinggi tubuh pemegang rekor dunia saat ini. Namun setelah dilakukan pengukuran ulang menggunakan pita meteran di depan saksi-saksi pengunjung acara penyerahan piagam, tinggi tubuh pria dengan berat badan 160-170 kilogram tersebut tercatat 242 centimeter dalam posisi tidur dan 239 centimeter dalam posisi berdiri.

"Sayang sekali kami tidak bisa mengakui catatan tinggi badan sebelumnya yang mencapai 270 centimeter. Mungkin tim dokter mengukurnya dari ujung kuku kaki, sedangkan kami dari ujung tumit. Tapi bagaimanapun juga, ini tetap membanggakan buat Indonesia," jelas Jaya.

Meski saat ini mampu mencapai tinggi 242 centimeter, Suparmono mengaku ukuran tubuhnya normal seperti bayi pada umumnya ketika dilahirkan, dengan panjang 50 centimeter dan berat 4 kilogram. Ia mulai merasa tubuhnya tumbuh lebih tinggi dibanding orang seusianya sewaktu usianya mencapai 10 tahun. Di keluarga besarnya pun, tidak tidak satupun yang kondisinya sama dengannya.

"Waktu itu saya yang paling tinggi di kelas. Pas umur 17 tahun tinggi saya sudah lewat 2 meter, sekitar 2,18 meter," terang pria jebolan SD tersebut.

Menjulangnya tinggi tubuh Suparmono berimbas kepada porsi makannya. Ia mengaku satu harinya dapat mengkonsumsi makanan hingga 3 kilogram, bahkan lebih. Makanan favoritnya adalah ubi dan daun singkong.

Meski memiliki tinggi abnormal, dirinya mengaku tidak pernah mendapat perlakuan buruk atau dicemooh oleh orang-orang di lingkungannya. Ia, ungkapnya, pernah memiliki pacar wanita yang tinggi tubuhnya nyaris setengahnya, sekitar 160 centimeter.

"Dulu saya juga suka olahraga bola basket. Tapi makin tinggi saya, makin tidak kuat kaki saya. Saat ini kaki saya terasa sakit karena tulang dengkul saya mulai tidak kuat menopang badan," akunya.

Ia melanjutkan, sulitnya memiliki tinggi tubuh yang jauh diluar ukuran normal membuatnya harus banyak beradaptasi, khususnya dengan alat-alat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk pakaian dan sepatu misalnya, harus dipesan khusus. Begitu pula dengan tempat tidur dan jamban, keduanya disesuaikan agar bisa diadaptasi oleh Suparmono. Bahkan, untuk naik mobil pun tempat duduk bagian tengah dan belakang harus dilipat agar dirinya bisa duduk selonjor.

"Kalau sendok dan garpu makan ya ukurannya biasa saja. Hanya piringnya yang agak besar atau biasanya langsung makan pakai bakul nasi biar gampang," papar dia.

Lebih jauh, ia berharap ada pihak-pihak baik pemerintah ataupun masyarakat yang bersedia membantu biaya untuk mengobati kakinya. Pasalnya, jika tidak dioperasi, kata dia, lambat laun dirinya tidak akan bisa berjalan lagi akibat persendian kaki yang makin tidak kuat menopang tubuh raksasanya.

"Say harap pemerintah atau siapapun ada yang peduli dengan nasib saya. Jangan hanya fokus pada politik Indonesia yang ruwet saja," pungkas pria yang mengaku gemar mengikuti berita politik tanah air tersebut.

Dukun Cilik Muhammad Ponari



Inilah
fakta di Jombang, seorang bocah bernama Muhammad Ponari (10) yang mendapatkan batu ajaib seusai disambar petir kini menjadi fenomena yang mencengangkan. Ponari menjelma menjadi juru sembuh. Puluhan ribu orang berjejal di rumahnya di Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur. Mereka berdatangan dari berbagai kota di Jawa Timur, bahkan hingga Jawa Tengah. Banyak orang berharap batu ajaib di tangan Ponari bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Inilah Ponari...

Mbah Surip

Urip Achmad Rijanto bin Soekotjo,
(lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 6 Mei 1957 – meninggal di Jakarta, 4 Agustus 2009 pada umur 52 tahun)[1] atau lebih populer sebagai Mbah Surip, adalah seorang penyanyi Indonesia. Ia populer karena tawanya dan gayanya yang unik, dan karena lagu Tak Gendong dari album tahun 2003-nya yang juga berjudul Tak Gendong

ngelmu pring

Pring reketeg gunung gamping ambrol, ati kudu teteg ja nganti urip ketakol.
Pring reketeg gunung gamping ambrol, uripa sing jejeg nek ra eling jebol.
Pring deling, tegese kendel lan eling. Kendel marga eling timbang nggrundel nganti suwing.
Pring kuwi suket, dhuwur tur jejeg, rejeki seret, ra sah dha buneg.
Pring ori, urip iku mati. Kabeh sing urip mesti bakale mati.
Pring apus, urip iku lampus. Dadi wong urip aja seneng apus-apus.
Pring petung, urip iku suwung. Sanajan suwung nanging aja padha bingung.
Pring wuluh, urip iku tuwuh. Aja mung embuh ethok-ethok ora weruh.
Pring cendani, urip iku wani. Wani ngadepi aja mlayu marga wedi.
Pring kuning, urip iku eling. Wajib padha eling, eling marang Sing Peparing.
Pring iku mung suket, ning omah asale seka pring, usuk seka pring, cagak seka pring, gedhek iku pring, lincak uga pring, kepang cetha pring, tampare ya mung pring. Kalo, tampah, serok, asale seka pring. Pikulan, tepas, tenggok, digawe nganggo pring. Mangan enak mancing iwak, walesane ya pring. Jangan bung aku gandrung, jebule bakal pring.
Nek ngono pancen penting, kabeh sing nang nggon wit pring. Pancen penting tumraping manungsa sing dha eling. Eling awake, eling pepadhane, eling patine, lan eling Gustine.
Wong urip kudu eling, iso urip seka pring. Tekan titi wancine ya digotong nganggo pring. Bali nang ngisor lemah, padha ngisor oyot pring. Mulane padha eling, elinga Sing Peparing.
Ora bakal bubrah marga iso melur. Kena dinggo mikul, ning aja ketungkul. Urip kuwi abot, ja digawe abot. Akeh repot, sak trek ora amot. Mulane uripmu aja dha kaku, melura pasraha, ra sah dha nesu, aja mangu-mangu ning terus mlaku, sanajan ro ngguyu aja lali wektu. Kowe bakal bisa urip rekasa, ning kudu percaya uga sregep ndonga. Gusti paringana, luwih pangapura, marang kawula ingkang kathah lepat lan dosa. Aja nggresula, aja wedi. Dudu kowe ning Gusti sing mesti luwih ngerti ngatur urip lan mati, nyukupi rejeki, paring tentreming ati, cukup sandang pangan papan, bakal mukti pakarti.

Rotra - NGELMU PRING